Pages

Cari Blog Ini

Ibu Rumah Tangga Tugas Yang Mulia

Dulu tidak jarang kuberpikir "aku wajibnya bisa meperbuat faktor yang lebih menghasilkan (secara finansial)" ketika lelah meperbuat pekerjaan rumah (menyapu, mengepel, mencuci. menguras bak, memasak, memandikan anak, menyuapi anak, dll).

Lelah serta peluh ini serasa tiada hasil yang kongkrit (sebab nyatanya di dunia ini tidak sedikit manusia lebih tidak sedikit mekualitas dari sisi materil). Beda dengan lelah ketika bekerja kantoran seusai bekerja sebulan penuh bakal ada hasil yang diperoleh berupa gaji yang bisa langsung dinikmati.

Ibu Rumah Tangga Tugas Yang Mulia

Dan kusadari terbukti hasilnya tidak terasa dengan cara materil tetapi itu sangat penting serta berakibat panjang. Rumah & pakaian yang bersih & rapi membikin enjoy beraktivitas & baik untuk kesehatan. Utamanya anak yang kami rawat serta didik, karakter & masa depannya tergantung dari didikan & bimbingan kita.

Menerima broadcast message di BBM pada hari Bunda (22 Desember 2012) dari seorang kawan tentang tulisan yang dibangun oleh Bunda Ainun Habibie (Almh.), membikin saya sadar serta bangkit dari rasa lelah & tidak berarti bakal tugas dari seorang Bunda Rumah Tangga.

Tetapi saya pikir: buat apa uang tambahan serta kepuasan batin yg siapa tahu lumayan tidak sedikit itu apabila akhirnya diberbagi pada seorang perawat pengasuh anak bergaji tinggi dengan resiko kami kehilangan kedekatan pada anak sendiri? Apa artinya tambahan uang serta kepuasan profesional apabila akhirnya anak saya tidak bisa saya timang sendiri, saya bentuk pribadinya sendiri? Anak saya bakal tidak mempunyai ibu.

Seimbangkah anak kehilangan bunda bapak, seimbangkah orang tua kehilangan anak, dengan uang serta kepuasan pribadi tambahan sebab bekerja? Itulah sebabnya saya memutuskan menerima nasib pas-pasan. Bertahun- tahun kami bertiga nasib begitu."

Jangan biarkan Anak-anakmu hanya bersama pengasuh mereka. Bagaimana bila dibantu pengasuhan dengan kakek neneknya? Telah lumayan rasanya memberatkan orangtua dengan mengurus kami sejak lahir hingga berumah tangga.

Kapan lagi kami mau memberbagi peluang terhadap orangtua untuk penuh beribadah sepanjang waktu di hari tuanya. Mudah2an ini bisa jadi penyemangat serta jawaban utk ibu-ibu berijazah yang rela berkorban demi keluarga & anak2nya. Sebab ingin Rumah Tangganya tetap terjaga & anak2 bisa tumbuh dgn penuh perhatian, tdk hanya dalam faktor akademik, tp jg utk mendidik agamanya, sebab itulah sejatinya peran orangtua.

Belajar dari keberhasilan orang2 hebat, rutin ada pengabdian dari orang2 yang berada dibelakangnya, yang mungkin namanya tidak sempat tertulis dalam sejarah.

Berbanggalah Engkau sang Bunda Rumah Tangga, sebab itulah pekerjaan seorang wanita yg paling mulia...

Selamat Hari Ibu...


Bercucuran air mata saat membaca pesan itu. :'(
"Kuatkan hamba dalam mengemban tugas mulia seorang bunda rumah tangga Ya Allah."
"Tetapkan dalam istiqomah jadi bisa menjadi tauladan yang baik bagi anakku."

Dan cobalah kami renungkan bersama, mengapa tidak sedikit pemkabaran anak muda kini yang meperbuat penyimpangan-penyimpangan norma susila, sosial, serta agama. Terjerat narkoba, pembunuhan, pemerkosaan, terlibat dalam aktivitas gank yang kurang baik, tawuran, serta tetap tidak sedikit lagi.
Negara ini disuguhkan pemkabaran-pemkabaran yang dominan negatif, mesikipun tentunya tetap ada serta mungkin tidak sedikit anak-anak yang berprestasi serta membanggakan negara & orang tuanya.

Hal ini mungkin salah satu faktornya sebab tidak sedikitnya bunda yang bekerja kantoran jadi tidak tidak sedikit waktu bersama anaknya. Tidak bisa memperhatikan dengan cara penuh apa yang ditontonnya & dibacanya, dengan siapa dirinya berteman, apa perasaannya saat kami tidak ada di rumah.
Anak ketidak lebihan kasih sayang & waktu share dengan orang tuanya, khususnya ibu. Jadi dirinya mencari aktivitas yang mungkin bisa menjerumuskannya terhadap faktor yang berakibat negatif.

Saat ini aku hanya bisa berdoa semoga para suami diberbagi rasa tanggung jawab penuh atas menafkahi keluarganya baik dengan cara lahir maupun batin, dilimpahkan serta dimudahkan dalam mencari rejeki.
Semoga para bunda tidak egois untuk memenuhi keinginannya serta ikhlas mengemban tugas seorang bunda rumah tangga demi terciptanya anak-anak menarik yang bakal menjadi generasi penerus bangsa.

Adapun bunda yang terpaksa wajib bekerja sebab telah menjadi single parent, semoga diberbagi kekuatan untuk bisa menafkahi serta tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang ibu. Serta anak-anaknya diberbagi kejernihan pikiran jadi bisa tetap menjadi anak yang shaleh & berkegunaaan bagi semua pihak meski dalam keterbatasan kasih sayang yang dicurahkan dari orang tuanya.